Rabu, 30 Juni 2010

Sadie , Great Visual Kei Band



Profil Band

Sadie
merupakan salah satu dari sekian banyaknya pendatang baru yang sukses di kancah musik indie. Musik mereka yang heavy dan aggresive membuat mereka memperoleh banyak fans dan menghasilkan angka penjualan rekaman yang tinggi. Bukan saja banyak rilisan mereka yang habis terjual, hampir setiap konsernya pun ikut laris. Band ini dimulai pada awal tahun 2005 dan sejauh ini telah meraih kepopuleran tidak hanya di Jepang saja, namun juga di seluruh dunia.

Biografi

Sadie dibentuk pada bulan Februari 2005 oleh Mao (Vocal), Tsurugi (Guitar), Aki (Bass), Mizuki (Guitar) dan Sora (Drum) . Mereka memulai aktivitas pada tanggal 18 Maret 2005 di BIG CAT di Osaka dimana mereka tampil sebagai band pembuka untuk Fatima, D, shulla dan lainnya.

Beberapa bulan setelahnya di bulan Desember, Sadie menggelar oneman pertama yang bertajuk 「dekiai ~ As a sad matter of fact ~ 」. Di konser ini mereka memperkenalkan single barunya Dekiai, yang akan diluncurkan beberapa hari kemudian.

Segalanya nampak berjalan lancar bagi band muda ini hingga sang drummer mereka Sora memutuskan keluar pada bulan Januari 2006. Grup ini memutuskan untuk tetap bertahan dan merilis beberapa single lainnya dan di bulan Maret, tempat Sora digantikan oleh seorang drummer baru bernama Kei (Drum). Kehadirannya disambut hangat oleh fans mereka dan setelah bergabung di band ini, Sadie merilis mini-album pertamanya, The Trend Killer, yang terbatas untuk 4444 copi saja. Meski Sadie senantiasa tampil dengan caranya sendiri dan berusaha untuk lebih menonjol dari band-band lainnya, mereka seringkali dibandingkan dengan Dir en grey setelah perilisan dari mini-album ini.

Mereka melanjutkan perilisan dan menggelar tur, dan dengan cepat mereka sudah memperoleh jaringan fans setia. Pada akhir tahun 2006, mereka merilis mini-album kedua THE SUICIDE MACHINE dan juga memulai sebuah tur dengan judul yang sama, dimana ini membuat mereka sibuk hingga akhir tahun.

Tahun 2007 dimulai dengan serangkaian banyaknya pertunjukan untuk band yang menjanjikan ini dan dikarenakan angka penjualan yang besar-besaran, press ketiga dari mini-album mereka yang pertama yaitu The Trend Killer dirilis kembali pada bulan Februari. Beberapa bulan kemudian pada tanggal 18 April. Sadie merilis DVD pertama; yang dijual terbatas 3333 copi dan berjudul THE SUICIDAL APPLICANTS. Setelah tur mereka, DVD kedua dengan judul Distract against the terrors dirilis.

Pada waktu musim panas 2007, Sadie membuka sebuah fanclub yang diberi nama UNDEAD.


Soe Hok Gie (1942 -1969)



Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.
Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih Sekolah Dasar (SD), Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Mungkin karena Ayahnya juga seorang penulis, sehingga tak heran jika dia begitu dekat dengan sastra.
Sesudah lulus SD, kakak beradik itu memilih sekolah yang berbeda, Hok Djin (Arief Budiman) memilih masuk Kanisius, sementara Soe Hok Gie memilih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada di daerah Gambir. Konon, ketika duduk di bangku ini, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen Pramoedya: “Cerita dari Blora” —bukankah cerpen Pram termasuk langka pada saat itu?
Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengulang, ia merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya, ia lebih memilih pindah sekolah dari pada harus duduk lebih lama di bangku sekolah. Sebuah sekolah Kristen Protestan mengizinkan ia masuk ke kelas tiga, tanpa mengulang.
Selepas dari SMP, ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra. Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain jurusan, yakni ilmu alam.
Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.
Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.
Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.
Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.
Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.
Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.
Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.
24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.

Beberapa Quote Soe Hok Gie yang diambil dari catatan hariannya :


1. Saya mimpi tentang sebuah dunia,
Di mana ulama - buruh dan pemuda,
Bangkit dan berkata - Stop semua kemunafikan,
Stop semua pembunuhan atas nama apa pun.

Dan para politisi di PBB,
Sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu dan beras,
Buat anak-anak yang lapar di tiga benua,
Dan lupa akan diplomasi.

Tak ada lagi rasa benci pada siapa pun,
Agama apa pun, ras apa pun, dan bangsa apa pun,
Dan melupakan perang dan kebencian,
Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.

Tuhan - Saya mimpi tentang dunia tadi,
Yang tak pernah akan datang.

Soe Hoek Gie - 29 Oktober 1968 (CSD, terbitan LP3ES)

2.
"Buat apa menghindar? Cepat atau lambat, suka atau tidak, perubahan hanya soal waktu. Semua boleh berubah, semua boleh baru, tapi satu yang harus dipegang; kepercayaan –Soe Hok Gie (Berjuang dalam perubahan)."
3.
"Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur."
4. "Suatu gerakan hanya mungkin berhasil bila dasar-dasar dari gerakan tersebut mempunyai akar-akarnya di bumi tempat ia tumbuh. Ide yang jatuh dari langit tidak mungkin subur tumbuhnya, hanya ide yang berakar ke bumi yang mungkin tumbuh dengan baik… (Soe Hok Gie- Di Bawah Lentera Merah)."
5.
Hari ini aku lihat kembali. Wajah – wajah halus yang keras. Yang berbicara tentang kemerdekaan dan demokrasi dan bercita-cita menggulungkan tiran. Aku mengenali mereka. Yang tanpa tentara.Mau berperang melawan diktator. Dan yang tanpa uang. Mau memberantas korups. Kawan – kawan Kuberikan padamu cintaku. Dan manakah kau berjabat tangan. Selalu dalam hidup ini.] 6.
Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang tegak dipuncak bukit Jadilah saja belukan Tapi belukan terbaik yang tumbuh ditepi danau Kalau kau tak sanggup menjadi belukan Jadilah saja rumput Tapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan Tidak semua jadi kapten Tentu harus ada awak kapalnya Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri
7.
“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.” 8. "Guru bukanlah dewa dan selalu benar, Murid bukanlah kerbau" 9. "Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan"

sumber : kaskus.us , wikipedia, kolom-biografi.blogspot.com

Selasa, 29 Juni 2010

Super Battleship Yamato

Yamato

Type : Battleship / Super Battleship
Length : 256 m
Beam : 36.9 m
Draft : 11 m
Displacement : 65.027 ton / 71.659 ton (full loads)
Machinery : Steam Turbines
Speed : 50 km/h (27 knots)
Range : 7,200 nautical miles (13,334 km) at 30 km/h (16 knots)
Crew 2500-2800
Aircraft : 5-7

Armor :
Armor (belt) : 410 mm
Armor (central deck 75%) : 200 mm
Armor (outer deck 25%) : 226.5
Armour (turret) : 650 mm

Armament:
9 × 460 mm (18.1 in) (3×3)
6 × 155 mm (6.1 in) (2×3)
24 × 127 mm (5 in)
162 × 25 mm anti-aircraft (52×3, 6×1)
4 × 13.2 mm AA (2×2)

Yamato dan Musashi adalah kapal tempur kebanggaan AL Jepang (Imperial Japan Navy), keduanya adalah kapal tempur paling besar dan paling kuat sepanjang sejarah yang pernah dibuat manusia, dengan bobot hingga mencapai 71.659 ton - 72.800 ton. Kapal tempur paling besar milik Amerika (Iowa class) cuma 45.000 ton. Dan kapal tempur Jepang ini dilindungi oleh baja yang tebal, antara 200 mm hingga 650 mm. Sering sekali orang tidak mengira bahwa orang Jepang yang pada waktu perang dunia kedua rata-rata bertubuh kecil justru memiliki kapal tempur terbesar di dunia, dengan meriam yang paling besar yang pernah dipasang di kapal tempur pula.

Yamato dan Musashi sering dinamakan super battleship dan monster battleship oleh pihak sekutu, Inggris yang waktu itu terkenal akan kekuatan Navynya bahkan tidak mempunyai satupun kapal yang setara dengan Yamato dan Musashi. Pembuatannya dimulai dari tahun 1937 hingga diluncurkan 8 Agustus 1940 dan selesai pada Desember 1941. Sebenarnya ada tiga buah kapal sejenis Yamato yakni Yamato, Musashi dan Shinano, hanya saja Shinano kemudian sebelum sempat selesai diubah menjadi kapal induk. Namun nasib Shinano cukup tragis, Shinano yang saat itu merupakan kapal induk terbesar didunia tenggelam 10 hari setelah melaut oleh kapal selam Amerika. Yamato dan Musashi terlibat dalam Battle of Midway dan Battle of Philippine sea. Yamato dan Musashi sering dinamakan super battleship dan monster battleship oleh pihak sekutu, Inggris yang waktu itu terkenal akan kekuatan Navynya bahkan tidak mempunyai satupun kapal yang setara dengan Yamato dan Musashi. Pembuatannya dimulai dari tahun 1937 hingga diluncurkan 8 Agustus 1940 dan selesai pada Desember 1941. Sebenarnya ada tiga buah kapal sejenis Yamato yakni Yamato, Musashi dan Shinano, hanya saja Shinano kemudian sebelum sempat selesai diubah menjadi kapal induk. Namun nasib Shinano cukup tragis, Shinano yang saat itu merupakan kapal induk terbesar didunia tenggelam 10 hari setelah melaut oleh kapal selam Amerika. Yamato dan Musashi terlibat dalam Battle of Midway dan Battle of Philippine sea.

Dalam pertempuran di laut Filipina ini merupakan bencana bagi armada Jepang. Pada tanggal 23 Oktober formasi kapal-kapal ini Jepang diserang dua kapal selamAmerika, USS Darter dan USS Dace, mengakibatkan penjelajah berat Atago (10.000 ton) tenggelam. Penjelajah berat Takao (10.000 ton) juga terkena torpedo namun tidak sampai tenggelam. Penjelajah berat Maya (10.000 ton) ikut tenggelam setelah gudang mesiunya tertembus torpedo kapal selam Amerika. Tanggal 24 Oktober super battleship Musashi tenggelam setelah terkena 19 bom dan 17 torpedo oleh pesawat-pesawat Amerika yang diluncurkan dari kapal induk USS Essex. Yamato sendiri terkena 3 bom armour-piercing namun tidak tenggelam dan kembali ke Jepang dengan selamat.

Pada tanggal 7 April 1945, Yamato diperintahkan berlayar menuju Okinawa, namun di tengah perjalanan tepatnya pukul 12:32 siang, Yamato diserang oleh 280 pesawat terbang dari satuan Task Force 58 Amerika dan terkena dua bom dan satu torpedo. Tidak lama kemudian muncul serangan gelombang kedua oleh 126 pesawat yang terdiri dari 48 pesawat Hellcat, 25 pesawat Helldiver dan 53 pesawat Avenger. Pada jam 14.23 setelah terkena 10 torpedo dan 7 bom Yamato tenggelam bersama hampir 2.500 awaknya dan juga laksamana Ito.

Persenjataan

Meriam-meriam utama Yamato dan Musashi yang masing-masing berjumlah sembilan buah dengan diameter 18,1 inci (45,974 cm) adalah meriam yang paling besar yang pernah digunakan kapal tempur. Meriam paling besar dari kapal tempur Amerika 16 inci (40,64 cm). Meriam utama ini dapat menembak peluru hingga jarak 42 km. Persenjataan lainnya adalah 6 meriam 6.1 inci (15,5 cm), 24 meriam 5 inci (12,7 cm), 162 senjata anti pesawat (2.5 cm) dan 4 senjata anti pesawat (1.32 cm)

Senjata anti pesawat Yamato memang berjumlah banyak, terutama setelah Jepang menyadari bahaya akan serangan pesawat-pesawat dari kapal induk. Yamato yang bertubuh besar pastinya menjadi incaran yang mudah oleh pesawat musuh, walaupun Yamato sering kali dikawal secara kuat oleh kapal penjelajah dan kapal perusak namun pertempuran di Midway telah menyadarkan Jepang bahwa kapal induk adalah musuhyang paling berbahaya, sebelumnya angkatan laut dunia lebih menghargai kapal tempur dibandingkan kapal induk. Sebab sama seperti nasib Yamato dan Musashi, kapal tempur kebanggaan Inggris, Prince of Wales dan Repulse juga tenggelam di dekat Singapura 9 Desember 1941 juga disebabkan oleh pesawat-pesawat pengebom Jepang.
Galeri Yamato

Stadion Sepakbola Terbesar di Dunia




1. Stadion Rungrado May Day, DPR Korea, Pyongyang dengan kapasitas 150.000


2. Stadion Salt Lake , India, Kalkuta, dengan Kapasitas 120.000

3. Stadion Azteca, Mexico dengan kapasitas 105.000

4. Melbourne Cricket Ground, Australia dengan kapasitas 100.000

5. Stadion Azadi, Teheran , Iran dengan kapasitas 100.000

6. Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia dengan Kapasitas 100.000

7. Stadion Nasional Bukit Jalil , Kuala Lumpur, Malaysia dengan kapasitas 100.000

8. Estadio Nou Camp, Barcelona, Spanyol, dengan kapasitas 98.772

9. Stadion Maracana, Rio de Janiero, Brazil dengan kapasitas 96.000

10. Stadion Nasional Beijing, RRC dengan kapasitas 91.000

sumber : www.worldstadiums.com

Kopassus, Indonesian Special Forces


Profil Kopassus

Dibentuk : 16 April, 1952-Kini
Negara : Indonesia
Cabang : TNI Angkatan Darat
Tipe : Pasukan Khusus
Spesialis : Anti Teror
Kekuatan : Rahasia
Bagian Dari : Tentara Nasional Indonesia
Julukan : Kopassus
Moto : Berani, Benar, Berhasil
Warna : Baret Merah
Operasi : New Guinea - 1950an, Konfrontasi Indonesia-Malaysia 1963, G30S/PKI, Timor Timur - 1975, Woyla

         Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.
Dalam perjalanan sejarahnya, Kopassus berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai pasukan khusus yang mampu menangani tugas-tugas yang berat. Beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus diantaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, Operasi Trikora, Operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, Pepera di Irian Barat, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan sandera di Mapenduma, serta berbagai operasi militer lainnya. Dikarenakan misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas daripada satuan KOPASSUS tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh. Contoh operasi KOPASSUS yang pernah dilakukan dan tidak diketahui publik seperti: Penyusupan ke pengungsi Vietnam di pulau Galang untuk membantu pengumpulan informasi untuk di kordinasikan dengan pihak Amerika Serikat (CIA), penyusupan perbatasan Malaysia dan Australia dan operasi patroli jarak jauh (long range recce) di perbatasan Papua nugini.
Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.

Struktur Kopassus

          Struktur organisasi Kopassus berbeda dengan satuan infanteri pada umumnya. Meski dari segi korps, para anggota Kopassus pada umumnya berasal dari Korps Infanteri, namun sesuai dengan sifatnya yang khusus, maka Kopassus menciptakan strukturnya sendiri, yang berbeda dengan satuan infanteri lainnya.
Kopassus sengaja untuk tidak terikat pada ukuran umum satuan infanteri, hal ini tampak pada satuan mereka yang disebut Grup. Penggunaan istilah Grup bertujuan agar satuan yang dimiliki mereka terhindar dari standar ukuran satuan infanteri pada umumnya (misalnya Brigade). Dengan satuan ini, Kopassus dapat fleksibel dalam menentukan jumlah personel, bisa lebih banyak dari ukuran brigade (sekitar 5000 personel), atau lebih sedikit.

Secara garis besar satuan dalam Kopassus dibagi dalam lima Grup, yaitu:

1. Grup 1/Para Komando adalah satuan setingkat Brigade, yang merupakan bagian dari Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan didirikan pada tanggal 23 Maret 1963. Grup ini bermarkas di Serang, Banten, dengan Komandan Grup pertama kali adalah Mayor L.B. Moerdani. Dhuaja yang digunakan adalah Eka Wastu Baladhika, yang diciptakan oleh Kopral Satu Suyanto. Komandan saat ini adalah Kolonel Inf. Teddy Lhaksmana, dengan jumlah personil sebanyak 1.274 orang

2. Grup 2 Kopassus/Para Komando adalah satuan setingkat Brigade, yang merupakan bagian dari Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dan didirikan pada tahun 1962. Grup ini bermarkas di Kartasura, Sukoharjo, dengan Komandan Grup pertama kali adalah Mayor Inf Sugiarto . Dhuaja yang digunakan adalah Dwi Dharma Bhirawa Yudha, dengan lambang Naga Terbang yang bermakna Satuan kedua dari Komando Pasukan Khusus yang selalu siap sedia berjuang membela negara dan bangsa dengan gagah berani dan selalu jaya dalam setiap pertempuran.

3. Pusat Pendidikan Pasukan Khusus atau disingkat Pusdikpassus adalah sekolah awal untuk melatih pasukan para komando, khususnya yang akan bergabung ke Kopassus. Pusdik ini bermarkas di Batujajar, Jawa Barat. Lembaga pendidikan ini menyediakan kursus-kursus spesialis lain, yang juga terbuka bagi anggota Angkatan Darat di luar Kopassus seperti: Kompi Pemburu, Scuba, Daki Serbu, Demolisi, Pandu Udara (Path Finder), dan Penembak Runduk (Sniper).

4. Grup 3/Sandhi Yudha adalah satuan Kopassus yang memiliki spesifikasi tugas perang rahasia [[clandestine operation], termasuk kemampuan dalam intelijen tempur atau combat intell,dan counter insurgency(kontra pemberontakan). Grup 3 dibentuk pada tanggal 24 Juli 1967, bermarkas di Markas Komando Cijantung, Jakarta Timur. Calon Personil di Grup ini diseleksi sangat ketat di internal mulai dari calon prajurit yang masih pendidikan hingga personil yang sudah bertugas aktif di kesatuan tetapi punya bakat intelijen yang kemudian akan dilatih lagi.

5.  Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.

Pelatihan

          Jadi pendidikan awal seorang Kopassus adalah mengambil kualifikasi KOMANDO yang harus dijalani sekitar 6 bulan. Materi latihan meliputi Perang Hutan, Buru Senyap, Survival (dilakukan di daerah Situ Lembang dilanjutkan dengan long march ke Cilacap untuk latihan rawa laut, survival laut, pendaratan pantai dll.
Selain itu juga mereka harus mengambil pendidikan PARA DASAR Tempur dengan materi yang meliputi terjun malam, terjun tempur bersenjata dan diterjunkan di Hutan (membawa senjata, ransel, payung utama dan payung cadangan).
Dalam semua latihannya mereka akan menggunakan peluru tajam, oleh karenanya tidaklah heran bila hampir dalam setiap latihan selalu ada siswa yang meninggal dunia karena berbagai sebab (kelelahan, kecelakaan dll).
Standard yang dipakai di Kopassus sangat amat ketat, bagi yang fisiknya kurang mampu atau mentalnya lemah, jangan harap bisa bertahan didalam latihan ini, atau di Satuan ini. Kesalahan sekecil apapun tidak akan ditolerir, karena memang tugas mereka sangat berbahaya. Setiap anggota Kopassus harus memiliki keahlian khusus seperti menjadi penerjun payung handal (Combat Free Fall), penyelam, penembak mahir (sniper), Daki Serbu, Komputer/perang elektrokika, perang psikologi, menguasai sedikitnya 2 bahasa daerah bagi para tamtama dan bintara dan bahasa asing untuk para perwiranya.
Mereka diseleksi secara ketat, baik oleh Team Kes AD (Kesehatan), PSIAD (Dinas Psikologi AD) dan Team Jas AD (Jasmani/Kesemaptaan). Proses seleksi ini pada dasarnya berjalan terus menerus sampai dengan selesainya latihan, seorang Pasis (Perwira Siswa) yang melakukan kesalahan pada hari terakhir latihan, akan langsung dipecat, artinya tidak ada kompromi. Oleh karenanyalah, LOYALITAS terhadap perintah atasan sangat penting dalam organisasi ini.

Perlengkapan

          Kopassus merupakan tentara pilihan dan mereka tidak mentolerir kesalahan dalam operasi sekecil apapun (Safety First), oleh karenanya perlengkapan yang mereka pakai sangat jauh berbeda dengan tentara lainnya. Perlengakapan mereka sangat canggih dan modern, misalnya saja untuk membaca peta, sudah tidak menggunakan lagi Kompas Prisma, tapi GPS (Global Positioning System) yang langsung berhubungan dengan Satelit; dengan hanya menekan satu tombol saja, mereka akan mengetahui dengan tepat posisinya , jarak yang akan ditempuh bila akan menuju ke koordinat tertentu.Grup antiterornya menggunakan senapan H&K MP5 , yang merupakan standar pasukan khusus terbaik di dunia seperti Green Berets, Delta Force, Navy Seal, GSG 9 Jerman, SAS dll. Pistol yang dipakai Beretta 9 mm (.45), selain itu juga berbagai macam kaliber lainnya seperti kaliber .22 (pistol kecil). Apabila peralatan yang mereka pakai sudah saatnya diganti (menurut manual) maka akan segera diganti. Hal ini sangat jauh berbeda dengan tentara lainnya yang cenderung konvensional dan melakukan tambal sulam terhadap peralatannya.Mereka punya peralatan terjun payung tercanggih untuk melakukan HALO (High Altitude Low Opening) dan HAHO (High Altitude High Opening) yang memakai masker oksigen dll. Penerjunan ini dilakukan setinggi mungkin, sekitar 10.000 feet dan kemudian dia akan melayang dan membuka payungnya serendah mungkin guna menghindari radar lawan (agar tetap tampak seperti burung yang melayang diudara di radar lawan).Peralatan pendaratan pantai (memiliki LCR/Landing Craft Rubber/Perahu karet dengan mesin yang hampir tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi penyusupan dimalam hari), menyelam (dilatih seperti UDT, Underwater Demolition Team US Navy,), team Daki Serbu ( yang baru saja menaklukkan Himalaya dan dikenal di luar sebagai PPGAD/Persatuan Pendaki Gunung TNI AD).Kehebatan Kopassus adalah mereka tidak segan-segan untuk meminta bantuan pihak lain yang dianggap ekspert dibidangnya seperti PADI untuk menyelam, AVES untuk terjun payung, Wanadri untuk naik gunung dll. yang dalam perjalanannya kemudian akan mereka modifikasi sendiri untuk keperluan tempur dan malahan menjadi lebih hebat.Sebagai sebuah Satuan mereka memiliki Dinas Hub (Perhubungan) sendiri yang sangat canggih dan memiliki sistem perhubungan portable yang mandiri dan Satelite Mobile Phonet, Kes (Kesehatan) sendiri, Pal (Peralatan) sendiri dengan persenjataan yang canggih, Bek (Perbekalan) sendiri, Ang (Angkutan) sendiri, dengan mobil-mobil Hummer, mobil dipantai dll.Bahkan mereka merencanakan untuk membeli helikopter sendiri dari Rusia (namun gagal karena Krismon). Jadi pada prinsipnya mereka sangat mandiri, termasuk memiliki sejumlah panser.

        Discovery Channel edisi 2008 mengeluarkan daftar Militer pasukan terbaik di dunia elit. Pasukan Elite dari seluruh dunia diukur oleh kinerja dan keahlian (bukan oleh teknologi militer), di mana para ahli militer dan analis di seluruh dunia diundang untuk memberikan penilaian mereka. Berikut adalah urutan 3 besar:

1. SAS Inggris

2. Mossad Israel

3. Kopassus Indonesia

       Ya, Kopassus menempati urutan diatas pasukan elit Amerika Serikat karena, menurut narator, pasukan AS sangat bergantung pada peralatan militer, teknologi digital, dsb. Padahal sebuah pasukan khusus yang baik harus memiliki keterampilan individu yang sempurna seperti pertahanan, kelangsungan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap-, dan lain-lain. Narator juga mengatakan bahwa 1 prajurit Kopassus sama dengan 5 prajurit biasa.

Galeri Kopassus


sumber : kaskus.us


Download The Pacific





The Pacific adalah film miniseri Perang Dunia II, yang diproduksi oleh HBO, Seven Network Australia, Playtone dan DreamWorks, yang ditayangkan di Amerika Serikat pada tanggal 14 Maret 2010.

The Pacific adalah miniseri serupa seperti Band of Brothers, namun berfokus pada Korps Marinir Amerika Serikat dalam Perang Pasifik yang lebih luas. The Pacific memfokuskan pada perjuangan tiga marinir AS (Eugene Sledge, Robert Leckie dan John Basilone) dalam situasi perang yang berbeda-beda

Cast :

Tom Hanks – Narrator
Jon Seda – Gunnery Sergeant John Basilone (1916–1945)
James Badge Dale – Private First Class Robert Leckie (1920–2001)
Joseph Mazzello – Corporal Eugene "Sledgehammer" Sledge (1923–2001)
Ashton Holmes – Private First Class Sid Phillips (1924–)
William Sadler – Lieutenant General Lewis "Chesty" Puller (1898–1971)
Jon Bernthal – S/Sgt Manuel "Manny" Rodriguez (−1942)
Jacob Pitts – Corporal Bill "Hoosier" Smith (−1985)
Keith Nobbs – Pvt. Bud "Runner" Conley (−1997)
Josh Helman – Pvt. Lou "Chuckler" Juergens (−1982)
Henry Nixon – Lieutenant Hugh "Ivy League" Corrigan (−2005)
Matthew Dale – Sergeant John Marmet
Nathan Corddry – Private First Class Loudmouth (−1944)
Rami Malek – Corporal Merriell "Snafu" Shelton (−1993)
Brendan Fletcher – Private First Class Bill Leyden (−2008)
Dylan Young – Private First Class Jay De L'Eau
Martin McCann – Sergeant R.V Burgin (b.1922–)
Scott Gibson – Captain Andrew A. "Ack Ack" Haldane (1917–1944)[42]
Cariba Heine – Phyllis
Nikolai Nikolaeff – Rear Echelon Man
Matt Craven – Dr. Grant
Damon Herriman – Merrin
Dwight Braswell – Pfc. Clifford "Steve" Evanson (1928–1945)[6]
Ben Esler – Pfc. Charles "Chuck" Tatum (1926–)[6]
Joshua Close – Major Edward Sledge
Gary Sweet – Gy. Sgt. Elmo "Gunny" Haney
Leon Ford – Lieutenant Edward "Hillbilly" Jones (−1944)
Freddie Joe Farnsworth – Lieutenant "Stumpy" Stanley
Tom Budge – Ronnie Gibson
Joshua Biton – Sergeant J. P. Morgan
David Ludlow – Pvt. Lil'One
Frank Lee – Pvt. Chuck "Cho" Yang
Anna Torv – Virginia Grey (1917–2004)
Karl Cottee – Corporal Pegg
Braydn Michael – Robert Marshall
Claire van der Boom – Stella
Ashley Zukerman – Lt. Mac
Caroline Dhavernas – Vera Keller
Annie Parisse – Lena Mae Riggi Basilone (1913–1999)
Catherine McClements – Catherine Leckie
Isabel Lucas – Gwen
Penny McNamee – Hope
Mark Trezise – LVT Driver
Mauricio Merino Jr – Handyboy
Grant Cartwright – Captain Midnight
Alejandro Rubilar – Cook No. 1
Simon Bossell – Doc Stern

Free Download The Pacific Full Episodes @IDWS (link lokal)

The Pacific Part1 Guadalcanal/Leckie

The Pacific Part2 Basilone

The Pacific Part3 Melbourne

The Pacific Part4 Gloucester/Pavuvu/Banika

The Pacific part5 Peleliu Landing

The Pacific Part6 Peleliu Airfield

The Pacific Part7 Peleliu Hills

The Pacific Part8 Iwo Jima

The Pacific Part9 Okinawa

The Pacific Part10 Home

pass : cafeblogger.biz